"Hakikat Muslimah Sejati "

    Wanita adalah salah satu pilar pembangun peradaban, karena wanita adalah seorang  ibu yang menjadi guru pertama bagi anak- anaknya. Ibu bertugas mengantarkan mereka ke jenjang kesuksesan hingga terciptalah peradaban yang gemilang.

Bagaimana kita mau membangun peradaban yang gemilang jika tidak mempunyai pengetahuan dan bekal yang cukup? Semua itu dapat dicapai dengan tiga hal yaitu pengetahuan, kemauan, dan kemampuan. Hal itu juga harus dipersiapkan sejak dini walaupun masih berstatus mahasiswa. Lebih lanjut Istiqomah menjelaskan bahwa hidup ini adalah amanah dari Allah yang akan dimintai pertanggungjawabannya di akhirat kelak. 

Karakteristik muslimah terdiri dari tiga hal, yaitu prestasi akademik, prestasi organisasi dan prestasi dalam amal ibadah. Ketiga hal ini dapat dicapai dengan cara kerja keras, kerja cerdas dan kerja ikhlas, dan Istiqomah.

Seorang muslimah sejati bukan dilihat dari kecantikan dan keayuan wajahnya semata-mata.Wajahnya hanyalah satu peranan yang amat kecil,tetapi muslimah sejati dilihat dari kecantikan dan ketulusan hatinya yang tersembunyi. Itulah yang terbaik.

Muslimah sejati juga tidak dilihat dari bentuk tubuh badannya yang mempersona, tetapi dilihat dari sejauh mana ia menutupi bentuk tubuhnya yang mempersona itu.

Muslimah sejati bukanlah dilihat dari sebanyak mana kebaikan yang diberikannya ,tetapi dari keikhlasan ketika ia memberikan segala kebaikan itu.

Muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa indah lantunan suaranya tetapi dilihat dari apa yang sering mulutnya bicarakan.

Muslimah sejati bukan dilihat dari keahliannya berbahasa,tetapi dilihat dari bagaimana caranya ia berbicara dan berhujah kebenaran.

Ketahuilah muslimah sejati bukan dilihat dari keberaniannya dalam berpakaian grand tetapi dilihat dari sejauh mana ia berani mempertahankan kehormatannya melalui apa yang dipakainya.

Muslimah sejati bukan dilihat dari kekhawatirannya digoda orang di tepi jalanan tetapi dilihat dari kekhawatirannya dirinyalah yang mengundang orang tergoda.

Muslimah sejati bukanlah dilihat dari seberapa banyak dan besarnya ujian yang ia jalani tetapi dilihat dari sejauh mana ia menghadapi ujian itu dengan penuh rasa ridha dan kehambaan kepada Pencipta-Nya, dan ia sentiasa bersyukur dengan segala karuniaan yang diberi.

Dan ingatlah temanku, Muslimah sejati bukan dilihat dari sifat mesranya dalam bergaul tetapi dilihat dari sejauh mana ia mampu menjaga kehormatan dirinya dalam bergaul.

Kecantikan sejati seorang musli­mah bukan terletak pada penampilan fisik. Kecantikan sejati seorang muslimah bersumber dari ketaatan pada ilahi. Oleh karena itu, sebagai muslimah sejati boleh berpenampilan cantik tetapi tetap syar’i seperti menutupi seluruh aurat. Memakai busana muslimah yang syar’i adalah identitas awal yang mencirikan siapa diri muslimah tanpa perlu berkoar-koar bahwa seseorang itu adalah seorang muslimah. Agama berhubungan dengan iman, sementara iman berkaitan dengan hati. Karena itu, kecantikan muslimah bersum­ber dari hati, bukan fisik.

Kecantikan sejati seorang muslimah tidak terletak pada keelokan dan keindahan fisik atau keglamoran pakaiannya. Kecantikannya sangat dipengaruhi perilaku dan ketaatannya kepada Allah dan Rasulullah. Kecantikan sebenarnya derefleksikan dalam jiwa.

Maka jadikan malu karena Allah sebagai perona pipinya. Penghias rambutnya adalah kerudung yang terulur sampai dadanya. Dzikir yang senantiasa membasahi bibirnya adalah lipsticknya. Kacamatanya adalah penglihatan yang terhindar dari maksiat. Air wudhu adalah bedaknya untuk cahaya di akhirat. Kaki indahnya selalu menghadiri majelis ilmu. Tangannya selalu berbuat baik kepada sesama. Pendengaran yang ma’ruf adalah anting muslimah. Gelangnya adalah tawadhu. Kalungnya adalah kesucian.

Muslimah sejati juga harus menjaga cintanya, sebab cinta itu anugerah yang fitrah. Jika cinta datang tidak pada wak­tunya, jangan ragu untuk tinggalkan. Ma­na­kala cinta yang datang belum hendak dibawa ke pelaminan, apapun bentuk dan ala­sannya, tinggalkanlah. Tetapi ketika cinta jelas-jelas hendak disatukan dalam mahligai perni­kahan, maka halalkan.

Menjadi muslimah bukan berarti boleh ku­rang pergaulan. Ketika Tuhan memper­temukan kita dengan seseorang, siapapun itu. Pasti ada manfaat yang kita peroleh dari­nya. Ada hikmah dibalik pertemuan kita dengannya . Agar menjadi muslimah yang baik da­lam per­gaulan, bisa melakukan hal-hal seperti membuka pintu diri untuk berinteraksi dengan masyarakat. Yang kedua, jadikan pertemanan atau pergaulan itu mem­berikan manfaat seperti mengajak orang lain berbuat kebajikan dan sebalik­nya seorang muslimah pun terbuka mene­rima ajakan yang sama dari orang lain. Ketiga, me­nolong orang lain karena menolong akan menenangkan batin. Keempat, hindari prasangka buruk karena itu merupakan penyakit hati. Kelima, membiasakan senyum karena senyum merupakan hal kecil yang berarti besar. Keenam, mena­namkan sikap sabar. Ketu­juh, jangan merasa paling benar dalam perbedaan. Intinya, muslimah boleh gaul tetapi tetap dalam batasannya.

Muslimah sejati juga hendaknya me­man­faatkan waktu dengan baik. Menyi­buk­kan diri dengan baik dan janganlah mem­­buang waktu karena waktu yang terbuang menyisakan sejuta penyesalan.

Yang jelas, muslimah sejati memiliki pribadi percaya diri. Tidak patah hati menyaksikan orang lain lebih dulu sampai di tujuan. Sebaliknya, ia semakin terpicu untuk melaju lebih kencang dengan segala daya dan upayanya untuk menca­pai tujuan yang lebih besar lagi.

Jadilah muslimah yang cantik di luar dilindungi oleh hijab syar'i dan cantik di dalam dengan balutan akhlak yang terpuji.
_ Tetap istiqomah yuk ukhtii _ 😊 Hamasah , menjadi Muslimah sejati !! 

Depok , 16 Juni 2020
Penulis


Nha_zii

Komentar

Postingan Populer