" Bab Kalam Jurumiyah "
الكلام
A. Ta’rif Kalam
الكَلامُ هُو اللَّفْظُ المُرَكَّبُ المُفِيدُ بِالوَضْعِ
“Kalam itu adalah lafadz yang telah tersusun dan dapat memberikan pengertian sempurna yang disengaja serta sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh tata bahasa Arab”
Contoh:
Kitab itu penting : الكِتَابُ مُهِمٌّ
Pemandangan itu indah : المَنْظَرُ جَمِيْلٌ
Saya diam di kamar : أَسْكُنُ في الغُرْفَةِ
B. Syarat-Syarat Kalam
syarat kalam itu ada 4 , yaitu :
1. Lafadz
2. Murakab
3. Mufid
4. Wado
Jika keseluruhan 4 syarat terkumpul maka kalimat tersebut sah dinamakan sebagai kalam.
Saya akan menjelaskan satu persatu secara detail apa itu lafadz murakab mufid dan wado dalam pembahasan kali ini secara detail yang mudah mudahan bermanfaat untuk kita semua .. Aamiin ..
^•^
1. اللَّفظ yaitu :
الصَّوْت المُشْتَمِلُ على بَعْضِ الحُرُوفِ الهِجَائيةِ
“suara yang mencakup kepada sebagian huruf Hijaiyah”
Contoh: مَدْرَسَةٌ, يَنْصُرُ, مِنْ
Yang dimaksud lafadz yang dijadikan syarat kalam di sini adalah lafadz yang musta’mal (مستعمل) artinya biasa dipergunakan dan mempunyai makna, bukan lafadz muhmal (مهمل) yaitu yang tidak biasa dipergunakan karena tidak mempunyai makna seperti kata هَحِهُ, دَيزُ .
2. المُرَكَّبُ, yaitu:
مَا تَرَكَّبَ مِنْ كَلِمَتَيْنِ فــاكْثَرَالكلام
“sesuatu yang tersusun dari dua buah kata atau lebih”. Susunan dua kata atau lebih itu baik dhohir maupun muqaddar.
Contoh yang dhohir:
·القُرْأَنُ كِتَابُ اللّهِ : Al-Quran itu kitab Allah
· الكَسَلُ مُضِرٌّ : Malas itu memadaratkan
Contoh yang muqaddar اُنْصُرْ, اَضْرِبُ
3. المُفِيدُ ,yaitu :
ما أَفَادَ فائِدَةً يَحْسُنُ السُّكُوتُ مِن المُتَكَلِّمِ وَ السَّامِعِ عَلَيها
“Sesuatu yang memberikan faidah dengan sempurna yaitu sekiranya mutakallim (pembicara) dan pendengar diam (tidak memberikan tanggapan)”.
Mutakallim diam dalam arti dia tidak perlu menerangkan lagi ungkapan yang telah dikemukakan olehnya, dan pendengar diam dalam arti dia tidak perlu menanyakan lagi redaksi yang ia dengar dari mutakallim.
Contoh:
الأُسْتَاذَ يَقُوْمُ امَامَ الطُّلَّابِ : Pak guru berdiri di depan murid-murid.
Sekarang coba perhatikan contoh di bawah ini!
اِنْ اَشْتَرِ دَرَّجَةً : Jika saya membeli sepeda,
· اذَا اجْتَهَدْتَ فى دِرَسَتِكَ: Jika kamu bersungguh-sungguh dalam belajarmu,
Kedua contoh di atas tidak bisa disebut kalam walaupun sudah tersusun dari beberapa kata, sebab masih belum memberikan pengertian yang sempurna (المُفِيد).
4. الوَضْعُ yaitu ;
Ada dua kemungkinan mengenai makna yang terkandung dari kata الوَضْع tersebut. Yang pertama adalah القَصْدُ artinya bahwa lafadz yang tersusun serta memberikan pengertian sempurna itu “dimaksudkan” oleh mutakallim, ada juga yang mengartikan bahwa الوَضْع itu maksudnya adalah الوَضْعُ العَرَبِيُّ artinya bahwa lafadz yang sudah tersusun dan memberikan pengertian sempurna tersebut sudah sesuai dengan wadlo (peletakan makna) yang telah ditetapkan oleh orang Arab.
C. Satuan Kalam
Satuan untuk membentuk susunan kalam itu adalah kalimat. Kalimat (kata dalam bahasa Indonesia) adalah:
الكَلِمَةَ هِي لَفْضٌ مُفْرَدٌ دَلَّ على مَعْنًى
“Lafadz mufrod yang menunjukan pada suatu makna”.
Materi kalimat itu terkadang terdiri dari satu huruf, dua huruf atau lebih sampai tujuh huruf. Contoh:
Satu huruf : ب dalam بِسْمِ الّله
Dua huruf : لا, هل, من, فى
iga huruf : على, نعم, زيد, كلب
Empat huruf : اكرم, كتاب, مسجد
Lima huruf : مدرسة, اشترك, مجلّةُ
Enam huruf : سبّورة, قارورة, استخرج
Tujuh huruf : استخراج,ُ, ِ
وَأَقْسَامُهُ ثَلَاثَةٌ : اسم وَفِعْلٌ وَحَرْفٌ جَاءَ لِمَعْنًى
Kalam terbagi kepada tiga bagian ;
1. Isim
2. Fi’il
3. huruf
1. Kalimat isim (الأسم), ta’rifnya adalah:
كُلُّ كَلِمَةٍ تَدُلَّ على داتٍ اَو صِفَةٍ اَو غَيْرِهِمَا ممَّا لا يَقَارِنَهُ زَمانٌ
“Setiap kata/kalimat yang menunjukan kepada dzat, sifat atau yang lainnya dari sesuatu yang tidak diikuti dengan waktu”.
Contoh kata benda/dzat:
دَفْتَرٌ : Buku tulis ضَرْبٌ : Pukulan
ماءٌ : Air رِيْحٌ : Angin
Contoh kata sifat:
طوِيلٌ : Panjang بَلِيدُ : Bodoh
قَصيرٌ : Pendek ناصرٌ : Penolong 2. Kalimat fiil (الفعل) , ta'rifnya adalah
كُلُّ كَلِمَةٍ تَدُلَّ على حُصُولِ حَدَثٍ فى زَمنٍ خَاصٍ
Setiap kalimat yang menunjukan kepada terjadinya suatu peristiwa pada waktu tertentu.
Makna حَدَث yang dikandung oleh kalimat fiil itu bisa berarti:
1. Kejadian.
Contoh: جَمُلَ : Telah indah, حَسُنَ : Telah baik
2. Pekerjaan.
Contoh: يَقْرَأُ : Sedang membaca , يَكْتُبُ : Sedang membaca
3. Perintah.
Contoh: اذهب :pergilah!
Demikian itulah pembahasan mengenai kalam dan pembagiannya .. bila ada kesalahan penulisan atau kata , mohon dimaklumi bikinnya malam , tos tunduh penulisnya zzzz,, hatur thank you ah ..
Depok ,19 juni 2020
Penulis
Nha _zii
Komentar
Posting Komentar